Parameter desain dan metode perhitungan penukar panas pelat terutama melibatkan aspek-aspek berikut:
Perhitungan beban panas Q: Beban panas adalah kunci untuk memilih penukar panas pelat dan dapat dihitung menggunakan rumus Q=G ·ρ· CP ·Δ t, di mana G menyatakan laju aliran massa, ρ menyatakan densitas, CP menyatakan kapasitas panas spesifik, dan Δ t menyatakan perbedaan suhu rata-rata logaritmik.
Perhitungan perbedaan suhu rata-rata logaritmik Δ tlm: Langkah ini memerlukan input parameter seperti nama material sisi dingin, suhu masuk dan keluar, dan laju aliran, serta parameter seperti nama material sisi panas dan suhu masuk dan keluar. Kemudian, berdasarkan suhu kualitatif material sisi panas dan dingin (t=(t1+t2)/2), lakukan kueri pada tabel sifat fisik dan isi berbagai parameter seperti densitas, viskositas, panas spesifik, dan konduktivitas termal. Buku perhitungan akan secara otomatis menghitung data utama seperti perbedaan suhu rata-rata logaritmik Δ tlm, perpindahan panas, laju aliran sisi panas, dan daya penukar panas.
Solusi massa sisi primer: Dimensi pipa pada sisi primer dan sekunder dapat dihitung berdasarkan kecepatan aliran media.
Penentuan luas pertukaran panas F: Menurut Bab 15-7 dari "Chemical Process Design Manual" (Edisi Keempat, Volume 1), kita dapat mengetahui bahwa pemilihan luas pelat merupakan langkah kunci dalam merancang penukar panas pelat. Biasanya, kita menggunakan rumus yang paling sederhana: Q=K × F × t, di mana K adalah koefisien perpindahan panas, Q adalah beban panas, dan t adalah perbedaan suhu perpindahan panas.
Secara keseluruhan, memahami dan menguasai parameter desain dan metode perhitungan penukar panas pelat sangat penting untuk memastikan operasi normal dan meningkatkan efisiensi perpindahan panasnya.
Parameter Desain Dan Metode Perhitungan Penukar Panas Pelat
Jul 07, 2024
Tinggalkan pesan

